Ternyata selama ini saya kurang begitu menyadari
kalo saya adalah salah satu bagian dari generasi muda di era abad 21,yaitu generasi
Galau yang biasa disebut dengan generasi Y.Yang merupakan lanjutan dari generasi
X yang pengaruh terbesarnya muncul di akhir tahun 90an saat sub kultur musik
grunge yang merupakan produk budaya generasi
X mewabah hampir di semua kalangan anak muda pada saat itu.Dan kematian
Vokalis Nirvana Kurt Cobain yang tewas karena bunuh diri seakan menjadi klimaks
pergerakan Generasi muda yang apatis,depresif serta pemarah ini.Setelah sebelumnya mereka menemukan kitab
sucinya di Album Nirvana – Nevermind
yang dirilis sekitar dua puluh tahun yang lalu.
Nevermind sendiri menjadi simbol semangat pemberontakan dan revolusi para pemuda pada saat itu.Dan
menyelamatkan dunia dari cengkraman Glam Metal dan Michael Jackson.
Saya masih ingat sekali pada tahun 1995 ketika
salah satu abang saya yang sekolah SMA,hampir setiap hari memutar kaset Nirvana
hasil copyan tape deck milik kawanya.Demam grunge memang sedang melanda dunia
kala itu,tak terkecuali dengan remaja di Indonesia.Saat itu saya baru berumur
enam tahun,dan belum tahu apa itu Musik Grunge Nirvana,Pearl Jam,Maupun Alice
in Chains.Meskipun belakangan,ketika saya SMP saya baru paham kalo Band-band
tersebut merupakan Pelopor Musik grunge yang berasal dari seattle – washington AS.










